stressed out ??

joker

it’s not gonna kill me, it’s just gonna hurt me. really. really bad.

wow kalau pacar saya ada 10, maka semuanya bisa mendengar saya “sambat” dengan ocehan yang sama tiap harinya. untungnya pacar saya yang cuma satu itu sanggup mendengarkan beban 10 orang sekaligus.

duh, dan duh-duh lainnya yang membuat saya ingin berhenti, resign, atau sebagainya. tapi toh, saya tetap menulis naskah dengan rajin meski kadang lewat deadline barang 1 jam – 2 jam. tapi saya tetap capek. bukan cuma gara-gara pekerjaan, tapi juga karena tugas akhir kuliah udah benar-benar didepan mata.

nggak nyangka ya, baru proposal aja saya udah njelimet setengah mati. apalagi masuk proses penggarapan. wow, saya bisa kehilangan sisi manusia saya kali ya. oke lebay. saya cuma kurang piknik kok.

anyway, saya barusan sidang. wkwkwk. sidang proposal sih. tapi deg-degan banget, takut gak bisa jawab. hasilnya ??? ya tentu saya gak bisa jawab dong, makanya revisian saya banyak, dan makanya saya sekarang bikin post ngeluh-ngeluh gini.

aslinya saya berniat nulis sesuatu semacam “things i never thought i can do, but i did”. semacam self motivation gitu loh. yaudah, ini deh list-nya (nggak penting juga sih buat kalian baca. haha).

1. i thought i cant recover my self from accident scars (but i did it)

*bener nggak sih grammarnya ?

yap, sudah pasti yang pertama adalah cerita tentang kecelakaan saya. wow, semua orang boleh bosan dengan cerita ini tapi saya nggak bosen tuh buat nyeritainnya. kecelakaan 3 kali loh (sebenernya 4 kali sih), gimana nggak bangga ?

kecelakaan pertama pas jaman smp, baret-baret doang sih. besoknya putus sama mantan eh langsung sembuh (emang gak nyambung). kecelakaan kedua, wah ini karena pergelangan tangan sampe luka basah jadi saya nggak bisa buang air besar beberapa saat. bingung bersihinnya gimana. hmm

kecelakaan ketiga paling parah. hilang gigi 5. iya cuma itu doang yang parah. but guys, i’ve never seen dentist for years bcoz gigi saya beneran rata dan nggak pernah bermasalah. and accidentally, saya nyosor aspal. nggak cuma ilang gigi 5, gigi saya kebentur kearah dalem sehingga susunannya hancur. saya operasi hampir 6 jam dengan mulut terbuka. lebih garing dari hubungan bertahun-tahunmu sama si mantan.

saya dulu kehilangan semangat. kesannya berlebihan ya ? tapi emang bener kok. tiap bangun tidur, saya nangis. mikir kok ya goblok banget nyetir pakai tangan satu sampai kecelakaan separah itu. tiap minggu, saya harus ijin kuliah buat kontrol gigi, saya nggak bisa senyum karena gigi saya beneran jelek kayak monster. that was the point i’d better disappear as a human. pernah kepikiran buat tinggal di bulan aja dan nggak usah ketemu orang lain.

but i did it. sekarang bahkan udah berani senyum pakai gigi walaupun bentuknya berantakan.

2. i thought i got the worst broken heart things (but i did it)

ini lebay jadi nggak usah panjang-panjang. intinya dulu waktu putus sama mantan sebelum yang sekarang itu rasanya kayak asfjhsdjgksghksfdfjkldghkdng. kampret banget lah. sampai acara nggak makan 2 mingguan (not literally sih).

but i did it. akhirnya ya move on juga. udah jalan 2 tahun malah. si mantan malah gonta-ganti pacar mulu bikin miris. (cc : mantan)

3. i thought i cant work on DBL sambil kuliah (but i did it)

*kalau nggak tau DBL, klik disini

jadi dulu pernah bilang ya “pokoknya kalau ke plot DBL, bakalan resign”. halah kodok, nggak resign-resign sampai sekarang. kuliah juga tetep jalan loh, meskipun sering cabut. tapi alhamdulillah ya nggak di DO kampus..

intinya sih, cabut kuliah itu harus dibayar sama nggak tidur pas ujian. kalau diterusin ini bisa riya’ seolah-olah saya rajin beneeeer dan pekerja keras. padahal ya doyan sambat.

4. i thought i cant do final project while deadline naskah makin gila-gilaan. but i (hope i) did it.

bismillah ya. kalau kata cerita-cerita yang saya lupa judulnya itu sih gini :

“tiap kali dapet kesedihan atau kesenangan selalu inget satu hal – ini juga bentar lagi kelar”

 

curt-this-too-will-pass001-copy

yakaliii, cepet kelar dong. kasian ini yang kena omel tiap kali saya suntuk sama deadline yang udah kaya tali kematian gitu. bismillah.

إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.

 

Advertisements
stressed out ??

dark march: saya ingin menyerah

“I’ll always have your back”

seratus. seribu. mungkin sejuta kali sudah saya dengar atau baca kata-kata itu. kosong. saya memaknai dengan hampa seperti layaknya kutipan lain yang berterbangan di sosial media. hingga malam ini. jika kata-kata dapat memeluk pendengarnya, maka pelukan itu terasa hampir menyesakkan nafas saya.

saya yang memiliki pikiran sempit seringkali hampir jatuh berkali-kali. di fase “hampir” tersebut saya akan ketakutan hingga berencana untuk menggantung diri saja. padahal ketika saya jatuh sungguhan rasanya hanya seperti digigit hamster kesayangan adik saya dulu. hanya saja saya terlalu dibelenggu rasa “andai” berlebihan dalam kepala saya. hari ini pun begitu.

saya pulang dari kantor dimana tanggal merahnya jelas tercetak di salah satu kalender yang tergantung. disanalah ia yang janji-janjinya mengapung di langit-langit sekitar menunggu saya. masih sempat-sempat tersenyum dibalik masker hijaunya. menawari saya minum dan roti sebab ia tahu saya hanya punya dua ribu perak di dompet hitam saya. dompet yang dulu di cela-cela mantan karena bentuknya yang kekanak-kanakan.

kesedihan tak akan membuat saya cerewet. ketakutan hanya akan mendiamkan saya hingga ia bosan dengan sendirinya. karena itulah ia tak berencana untuk membuka percakapan tentang hal itu. ia tarik tangan saya, mengalirinya dengan energi yang semesta beri hanya pada genggaman tangannya saja. saya lagi-lagi hanya bisa menyandarkan kepala saya dibalik hoodie abu-abunya. terlalu takut jika detik akan berdetak selangkah saja.

jika saja dua tahun lalu saya mengabaikan pesan mayanya, entah jadi apa saya hari ini. mungkin saya tak harus bekerja dikala seluruh dunia meliburkan dirinya. atau mungkin hanya akan ada saya tanpa segenggam tangannya hingga ketakutan akan membuat langit menjadi semendung air muka saya. entah saya harus mensyukurinya atau justru menyesali kenyataan yang terpampang didepan saya hari ini. jelasnya, saya tak ingin malam ini meninggalkan saya sedetik saja.

saya benar-benar diujung rasa lelah saya, dan satu-satunya yang saya harapkan adalah ketiadaan. sebab bahkan untuk berharap pun saya masih bingung topik apa yang ingin saya bicarakan dengan Tuhan. saya tidak punya harapan. saya hanya ingin menutupi kepala saya dengan selimut biru tebal di dalam kamar untuk seribu tahun kedepan. atau melakukan perjalanan entah berapa tahun cahaya untuk mencapai bulan, membuat rumah dan meninggalkan kemelutan dunia.

hingga detik ketika saya selesai menuliskan kalimat ini, satu-satunya yang membuat saya masih menahan diri adalah kata-kata yang ia ucapkan. dulu ia pernah mengatakan bahwa ia akan membantu mengembangkan sayap saya. dikira saya malaikat apa ? tapi saya tahu betul bahwa ia memaknai ucapannya dengan sungguh-sungguh. dan malam ini ia bilang bahwa ia akan selalu berada dibelakang saya. padahal jelas-jelas beberapa menit lagi saya akan jatuh. dan dengan badan sebesar ini, saya ragu ia sanggup menanganinya.

malam ini saya terlalu lelah. dan tulisan ini mungkin jadi pengawal di tahun 2016. terlalu telat ? tidak, ini hanya terlalu buruk dan gelap untuk dikatakan sebagai pembuka awal tahun. semoga hal baik menimpa saya dan kalian semua.

dark march: saya ingin menyerah

sampai jumpa, ramadhan.

ramadhan tahun ini adalah ramadhan ke 20 saya, jika saya tak salah hitung. atau mungkin ramadhan ke 11 saya semenjak saya belajar untuk berpuasa sehari penuh, jika saya tak salah hitung juga. ibu saya bilang bahwa semakin tua umur kita maka ramadhan akan terasa semakin biasa saja. mungkin beliau ada benarnya, rasa haus dan lapar seperti tidak menghambat saya seperti ketika saya menjalani puasa di umur belia saya dulu.

ramadhan kali ini, saya menghabiskan tigaperempat waktu saya menjalani seluruh kerumitan di kampus, menyisakan satu minggu yang benar-benar saya hargai untuk menjalankan puasa di rumah bersama keluarga saya. saya kira saya akan mengeluh sebanyak 1000 kali, tapi mungkin saya hanya melakukan sebanyak 195 kali. sungguh tidak sebanyak yang saya kira. saya, bisa dibilang, sedikit menikmatinya.

dua saudara perempuan saya dinyatakan diterima di sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas, masing-masing diterima melalui jalur test. jika boleh menjelaskan sedikit, di kota saya, untuk sekolah menengah negeri terbagi menjadi 2, reguler dan kawasan. jalur reguler akan menggunakan seleksi nilai ujian nasional sebagai patokannya. sementara jalur kawasan memiliki komposisi 40 persen nilai ujian nasional, dan sisanya didapatkan dari hasil ujian tes potensi akademik. adik saya, keduanya, diterima melalui jalur yang terakhir, jalur yang mungkin bisa dikatakan bergengsi di kota saya. kami sekeluarga menangis terharu di pagi ketika hasil ujian mereka diumumkan.

saya menjalani beberapa kerumitan hati di bulan ini. sesuatu yang belum pernah saya ceritakan pada siapapun, tidak bahkan pada teman laki-laki terdekat saya. boleh dibilang saya ditumpahi rasa iri berlebihan yang tidak bisa saya tahan. teman-teman saya pergi mengikuti berbagai macam lomba dengan kapabilitas mereka masing-masing, dan saya hanya seorang mahasiswa yang duduk didepan laptop mengikuti permainan kurikulum. seorang mantan dari kekasih saya bekerja dan menghasilkan uang untuk dirinya sendiri, sementara saya justru tidak bisa menyisihkan uang jajan harian saya. sepupu terdekat saya, ia 8 bulan lebih tua daripada saya, akan menikah selepas lebaran. sementara saya, masih menjalani hubungan yang tidak direstui agama saya. hal-hal yang mungkin kamu anggap sederhana itu, membuat saya terjaga dibeberapa malam sambil memegangi dada saya.

ya, ramadhan kali ini saya genap satu tahun dengan kekasih saya. kami tak memiliki agenda spesial untuk merayakannya. saya melihat kedua orang tua saya berjalan melalui ulang tahun pernikahan mereka setiap tahun tanpa mengucapkan “selamat” pada masing-masing. jadi, saya menganggap perayaan-perayan semacam itu tidak begitu penting. saya sedikit senang, untuk pertama kalinya dalam 2 dekade hidup saya, saya bisa bertahan (sedikit agak) lama dengan seseorang. entah saya yang beruntung, atau dia yang beruntung.

terlepas dari semuanya, ramadhan kali ini memiliki semua warna dalam satu bulannya. saya benar-benar diajarkan untuk hidup dalam arti sesungguhnya. Allah memberi saya semua kesenangan dan kesulitan masing-masing dengan cuplikan dan porsi yang cukup. saya sedikit menyesal bulan ini berlalu begitu saja tanpa saya hadiahi sebuah ucapan terima kasih yang cukup. semoga Allah masih mengizinkan saya duduk semeja dengan keluarga dan orang-orang yang saya sayangi untuk berbuka di ramadhan berikutnya.

akhir kata, saya ucapkan taqabbalallahu minna wa minkum. semoga di bulan syawal ini, hati kita disucikan kembali dan seluruh amal kita sebelumnya tetap menjadi sebuah rutinitas yang tidak hilang selepas ramadhan berlalu. aamiiin.

sampai jumpa, ramadhan.

aku tidak memiliki teman, aku punya keluarga

“i dont have friends, i got family”

kata-kata vin diesel di film fast and furious 7 masih membekas di telingaku. “brother”, begitu caranya memanggil mendiang paul walker di film tersebut. seolah menyihir jalan pikiranku untuk kembali membuat post singkat tentang apa yang tidak lagi ku sebut teman.

ini tulisan untuk keluargaku.

ini adalah barisan-barisan tentang mereka yang mengisi sela-sela jemari tanganku. dulu tempat ini adalah tempat terakhir yang ingin aku singgahi, tak peduli baru sekejap berada disana, asaku memaksa untuk membayangkan selimut hangatku di rumah. hingga pada suatu hari, tanpa pemaksaan apapun, justru tempat inilah yang menjadi selimut tempat aku ingin selalu pulang.

aku punya hati yang kecil, yang sering takut mencoba banyak hal, yang perlu dituntun untuk melakukan ini itu. tapi tempat ini menyediakan tangan-tangan yang aku butuhkan. aku dituntun, dirangkul, dan dikuatkan.

mereka tak lagi menjadi sekumpulan teman yang suatu hari akan kembali menjadi puluhan kepala asing dengan memori masing-masing. mereka menjelma menjadi garis darah kasat mata, sesuatu yang kau sebut keluarga.

sama seperti vin diesel yang berusaha menahan air matanya saat ia kehilangan paul, atau caranya memandang paul di scene terakhir film FF7, aku juga merasakan jatuh cinta yang sama. jatuh cinta dengan keluargaku, rasa takut kehilangan, rasa nyaman berlebihan, dan rasa selalu ingin pulang.

ini bukan pertama kalinya aku jatuh cinta. pernah di suatu cerita, aku juga dibuat nyaman dengan keluarga yang lain. tapi Tuhan memilihkan mereka untuk scene hidupku yang ini, dengan pemeran-pemeran terbaik yang mampu dipilihkan-Nya, dan skenario luar biasa yang membuatku meremas telapak tanganku sendiri.

luar biasa, luar biasa bagaimana mereka membuatku bergabung menyusun bata demi bata kemudian dalam sekejap menjadi gedung yang amat mewah. luar biasa bagaimana dulu rasa kaku dan dingin berubah menjadi perapian nan hangat di musim dingin.

keluarga seharusnya untuk selamanya. aku ingin yang satu ini juga demikian. aku ingin rumah kami tetap kokoh sebab pondasinya dulu dipilih dari batu-batu terbaik di negeri ini. aku ingin semua tetap tinggal saat badai datang. pergilah sesekali, tapi selalu ingat untuk kembali.

aku juga tidak memiliki teman, aku punya keluarga.

aku tidak memiliki teman, aku punya keluarga