saya: tentang eowyn

hey, masih ingat tentang aragorn serta kisahnya dengan eowyn ? saya pada akhirnya tahu bahwa beberapa kisah cinta memang tertakdir lucu. bagi saya, selamanya eowyn akan selalu mengingat aragorn. mungkin di perjalanan hidupnya ia akan menceritakannya pada anak cucunya, membuat mereka terheran-heran dengan mata berkaca-kaca yang ia tampilkan. eowyn tak akan kembali, juga tak akan mencari aragorn. ia hanya terlalu bahagia sempat mengenalnya.

saya tau itu, sebab saya kenal eowyn dengan baik. saya ada disana saat ia mengatakan bahwa aragorn telah mendapat pasangan baru. air mukanya adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan. adalah danau yang tenang dan dalam sekejap menjadi pasang. eowyn menangis, atau lebih tepatnya meratap.

tiga tahun telah menyembuhkan hatinya. saya gembira dengan hal itu. saya tahu eowyn sudah punya calon suami. laki-laki baik yang mencintainya berkali-kali lipat dibanding aragorn. eowyn jatuh pada hati yang tepat. dan luka-lukanya ? saya tidak bisa mengatakan bahwa ia telah sembuh total. hanya saja eowyn kini jauh lebih dewasa.

saya juga kenal aragorn. dia teman baik saya. hanya saya tak pernah memiliki kesempatan untuk menyalahkannya karena meninggalkan eowyn. mungkin karena aragorn juga sama terpuruknya saat itu, atau hanya saya yang tidak punya kuasa untuk ikut campur didalamnya.

eowyn akan menikah beberapa hari lagi. saya sempat menyinggung sedikit tentang aragorn didepannya. dia hanya tersenyum mengatakan bahwa aragorn pasti akan datang di pesta pernikahannya. bahwa ia akan mengenalkan calon suaminya pada aragorn. membuat hati saya tenang namun juga pedih.

bagi saya, cukuplah luka yang dibawa eowyn selama ini. jika pada akhirnya ia dan aragorn harus berakhir menjadi pengantin dan tamu maka begitulah takdir kisah mereka sejak awal. lucu memang, saya yakin eowyn akan tertawa saat mengenang kisahnya dengan aragorn. “betapa bodohnya saya dulu”, ujarnya dengan terkikik. lalu ia akan diam mengingat betapa manisnya kebodohannya yang satu itu.

saya: tentang eowyn

aragorn : duduklah sejenak eowyn, baca surat ini…

selamat malam, eowyn

tanganku berhenti sejenak setelah aku selesai mengetik namamu. aku takut kata-kata apapun yang akan keluar sesudahnya membuat semua yang telah membaik menjadi hancur berantakan.

apa kabar, eowyn ? sudah lama semenjak drama masa remaja kita dipaksa berakhir begitu saja. mereka bilang itu permainan waktu. sungguh aku tertawa terbahak-bahak menyadari waktu bisa menghujamku setajam itu hingga membuatku terjaga berhari-hari.

sudah 3 tahun tak ku dengar sebercit kabar darimu. maaf aku tak berusaha mencari tau, aku takut mendengarmu terluka. sama takutnya apabila ku dengar kau bahagia.

bagimana pagimu eowyn ? sudah berapa buku yang kau habiskan kala insomniamu menyerang ? apakah kau masih menggigiti ujung kukumu bila merasa cemas ? jika iya, maka tolong hentikan. sungguh itu menyebalkan seolah-olah kau terlalu lapar dan malas mencari makanan pada waktu yang sama.

aku baik-baik saja eowyn. aku tau kau tak menanyakan kabarku. aku tau kau mungkin akan langsung membuang surat ini begitu kau sadari nama pengirimnya adalah aku. terlalu tinggi angan-anganku agar kau memaafkanku, maka kumohon setidaknya baca surat ini hingga titik terakhirnya.

aku baik-baik saja. aku tau kau lebih baik-baik saja dariku. teman-temanmu datang dan mengabari keadaanmu. awalnya kupikir itu akan membuatku kesal melihat kau bahagia tanpaku. aku tau betapa egoisnya aku dulu. tapi kemudian ku sadari betapa leganya aku melihatmu tersenyum seolah air mukamu terbuat dari saripati bunga matahari.

kita telah dewasa eowyn. waktu mungkin menang atas kita saat itu. mungkin ia juga menang lagi atas kita saat ini. mungkin benang merah kita hanya bersisihan sekian bulan lalu pergi menjauh. sungguh aku menulis ini dengan hati yang aku kuat-kuatkan. betapa kuatnya kenangan bisa merusuk kedalam sela-sela kulitku lalu membuat mati tiap sel dibaliknya.

aku rindu.

aku rindu padamu eowyn.

aku sudah menahannya semenjak huruf pertama yang ku tuliskan di surat ini. aku berharap aku cukup kuat untuk tidak menumpahkannya dihadapanmu, memperlihatkan betapa tipisnya arti “baik-baik saja” untukku. sungguh aku tau betapa sangat menggelikannya ini untukmu. tak apa, tertawalah jika itu melegakanmu. aku tak akan sakit hati, tak sedikitpun.

aku rindu. aku rindu caramu tersenyum yang seperti saripati bunga matahari itu. aku rindu caramu menceritakan isi buku yang kau baca hingga bersungut-sungut seolah-olah kau adalah salah satu tokoh didalamnya. aku rindu pagi-pagi yang kutunggu sebab aku tau kau akan datang dan selalu akan datang, hingga pada akhirnya kau berhenti melakukannya. aku bahkan rindu caramu menggigit ujung kukumu dengan suara gemeretakan yang samar yang tetap saja membuatku sebal.

seperti itu caraku rindu padamu. lebih dari itu jika kau ingin tau.

aku tak memintamu kembali padaku eowyn. waktu telah menang telak atas kita. benang merahmu menemukan ujungnya yang lain. saripati bunga matahari yang kucintai mati-matian itu kini milik laki-laki lain. membuatku ingin memaksa gir-gir detik milik Tuhan untuk mengembalikannya disaat semua itu masih milikku. dan lihatlah, betapa egoisnya aku masih mengharapkan hal-hal mewah itu.

bahagialah, eowyn. semoga ujung benangmu tak lagi hanya bersisihan. maafkan aku yang terlalu berharap kau akan duduk menyelesaikan kata demi kata dan menciptakan ruang untuk kenangan menyusup kedalam sel-sel otakmu. aku tak akan melakukan hal ini lagi.

bahagialah, eowyn. aku tak memiliki kata-kata yang tersisa di ujung jemariku selain untuk menyuruhmu berbahagia. hanya itulah satu-satunya yang ku inginkan, yang ku tahu akan selalu inginkan.

bahagialah, eowyn.

temanmu,

aragorn.

aragorn : duduklah sejenak eowyn, baca surat ini…

aragorn : sampaikan pada eowyn tentang ini

aragorn tau gadis itu diam-diam melihatnya. gadis dengan permata dimatanya, yang tak hanya membuatnya indah, namun juga terlihat dikelilingi dinding tebal. gadis itu bernama eowyn. aragorn tak berani mengambil kesimpulan apapun atas apa yang gadis itu lakukan. aragorn takut harapannya tak sesuai kenyataan.

aragorn ingat tanggal itu, tanggal saat eowyn berulangtahun yang ketujuhbelas. seorang teman yang mengetahui perasaannya pada eowyn, dengan senang hati memberikan informasi itu. eowyn nampak bahagia, seperti kapas yang belum terjamah. membuat aragorn takut melukainya.

aragorn hanyalah laki-laki yang akhirnya menyerah pada gejolak hatinya. detik itu, detik yang akan ia ingat atau mungkin sesali seumur hidupnya, ia menghubungi eowyn untuk pertama kali. permata yang ia kira indah, ternyata adalah lautan es. eowyn adalah gadis yang sulit.

aragorn tau ia telah memiliki arwen, gadis berambut ikal kecoklatan yang selalu menjadi tempatnya untuk pulang selama dua tahun belakangan ini. hal itulah yang membuatnya sempat ragu untuk terus mendekati eowyn. tapi lagi-lagi, ia menyerah dengan hatinya.

aragorn tak pernah menyangka bahwa eowyn menyimpan rasa dalam bentuk yang sama padanya. menyadari hal itu membuat aragorn mendapati dirinya sering tersenyum tanpa sebab. ia jatuh cinta.

eowyn ternyata bukanlah lautan es, ia sehangat darah yang mengalir dalam nadinya. begitu dekat, begitu rapuh, membuat aragorn takut untuk menyentuhnya. aragorn menyadari betapa inginnya ia untuk memeluk eowyn tiap kali ia menangis. atau sekedar membetulkan rambutnya yang jatuh. tapi sungguh ia melihat arwen disana ketika ia hendak melakukan hal-hal tersebut. arwen, rumahnya.

aragorn mencintai arwen dengan segenap hatinya, bahkan hingga relung yang paling dalam. semuanya tahu itu, bahkan eowyn pun juga mengetahuinya. aragorn memahami betapa luka yang ia ciptakan untuk eowyn. tapi ia tak pernah sanggup melepaskannya. tidak, bahkan ketika eowyn kembali menjadi lautan es.

aragorn tau eowyn berusaha mematahkan apapun yang ada diantara mereka. sebuah hubungan setipis kabut yang tak bernama. aragorn berkali-kali mempersilahkan gadis itu untuk pergi mencari kebahagiaannya sendiri. tapi berkali-kali juga, ia terpaksa menarik kembali ucapan yang ia lontarkan pada eowyn, menariknya dalam pelukan dan memberikan luka baru untuk hati gadis malang tersebut.

arwen bukanlah gadis bodoh yang tak mengetahui apapun yang aragorn coba sembunyikan padanya. ia datang pada aragorn disuatu malam, dengan hidung memerah. dengan naif, menyuruh aragorn untuk memilih jalannya. jelas dalam hati arwen, ia merasa lebih berhak untuk mendapatkan permintaan maaf aragorn dan janji-janji manisnya untuk meninggalkan eowyn. tapi arwen tak mendapatkan hal itu malam itu. aragorn pergi.

aragorn mungkin pemeran antagonis yang dibenci oleh siapapun. tapi ia jugalah yang paling terluka diantara semuanya. aragorn menyayangi arwen tanpa batas, seperti sungai yang tak akan kering sepanjang tahun. tapi hatinya memeluk eowyn disaat bersamaan, erat, hingga membuat gadis itu sama terlukanya dengan dirinya. egonya yang seperti sampah itu mulai membunuhnya perlahan.

aragorn mengira semuanya akan melegakan nafasnya yang berat setelah meninggalkan arwen. namun ia tak mendapati dirinya cukup bahagia bersama eowyn, ia bahkan melihat kelabut dimata eowyn. gadis itu sama tak bahagianya dengannya.

aragorn takut ia akan melukai seorang lagi. ia telah membuat arwen menangis penuh isak yang mengiris hatinya sendiri malam itu. aragorn tak akan sanggup melihat seorang lagi melakukan hal yang serupa untuk dosa yang ia buat.

aragorn memutuskan untuk pergi, menghukum dirinya sendiri. ia tak akan kembali pada arwen, juga tak akan membawa serta eowyn. aragorn akan pergi sendirian. dengan semua sesalnya, yang ia rasa pantas untuk membayar semua luka yang ia berikan pada arwen dan eowyn.

aragorn tau itu sama saja akan menyakiti eowyn sekali lagi. ia tau betul betapa gadis itu sangat membutuhkannya setelah semua yang terjadi padanya. aragorn hanya tidak sanggup bertahan lebih lama, melukai siapapun lagi, ia tak memiliki kekuatan untuk itu.

aragorn akhirnya pergi. dengan seluruh ego dan peran antagonisnya. ia siap dicemooh seburuk apapun oleh dunia, ia pantas akan hal itu. aragorn tak pernah dan tak akan pernah menoleh pada keduanya lagi, tidak pada arwen ataupun eowyn. ia tak akan mengambil resiko untuk melihat mereka terakhir kali. langkahnya lemah, kusut, dan tak bahagia. sama seperti arwen dan eowyn yang ia tinggalkan.

aragorn : sampaikan pada eowyn tentang ini

eowyn : aragorn menyebutku seperti bidadari

eowyn masih ingat hari ulang tahunnya yang ketujuhbelas. gerbang yang membawanya mendapatkan seluruh kartu identitas yang memudahkannya untuk berselancar kemanapun ia mau. tapi juga gerbang yang membuatnya ingin tinggal di detik itu saja.

aragorn, laki-laki yang ia pandangi diam-diam itu, yang tanpa sepengetahuan siapapun, telah ia coba cari tau identitas pribadinya dari sosial media, hari itu, aragorn menghubunginya untuk pertama kali. yang eowyn ingat hanya betapa darah yang mengalir di pipinya terasa sangat hangat malam itu. sebuah perkenalan, sebuah awal.

eowyn tau aragorn telah memiliki arwen. gadis dengan kemampuan komunikasi yang luar biasa, yang membuat ia dikelilingi banyak teman. eowyn hanyalah daun kecoklatan bila disandingkan dengannya. eowyn tau, sejak awal, gerbang yang coba ia buka adalah salah.

aragorn mengatakan pada seorang teman eowyn, bahwa ia jatuh cinta pada eowyn, bahwa gadis itu membuat perutnya dipenuhi sesuatu yang sama seperti saat ia mengenal arwen pertama kali. dan hal itulah yang meluluhkan hati eowyn, sesuatu yang ia percayai bahwa cintanya juga terbalas.

eowyn, bagaimanapun juga, terlalu ringkih dan rapuh atas cintanya yang menggebu-gebu, namun ia sadar diri. sadar bahwa siapapun ia sekarang dimata aragorn, arwen tak akan pernah bisa digantikan dari hatinya. maka ia pergi dengkan langkah-langkah lemah. ia sungguh jatuh di lubang yang tepat, hanya saja diwaktu yang salah.

eowyn mendapati dirinya membuat dinding yang tebal atas dirinya dengan aragorn, tapi aragorn selalu punya cara untuk menghancurkannya. membuatnya hatinya hangat dan hancur disaat bersamaan. betapa inginnya ia untuk egois, memeluk aragorn layaknya arwen melakukannya didepan umum, membawa aragorn ke pesta-pesta dan mengenalkannya dengan teman-temannya. tapi ia tak bisa melakukannya.

aragorn selalu menjadi orang yang mempersilahkan eowyn untuk pergi. namun kemudian datang menjemputnya dengan kuda putih. melukai eowyn yang tengah berusaha sungguh-sungguh untuk menggunting putus tali diantara mereka.

aragorn menyebut eowyn layaknya bidadari. bidadari yang cantik. tapi dilain waktu eowyn menemukan aragorn menyebut arwen bagaikan putri. kini eowyn mengerti, seorang putri akan bersanding dengan pangerannya, tapi tidak dengan sang bidadari.

aragorn mengatakan ia ingin menjadi manusia saja, dan biar eowyn yang menjadi bidadari. tapi tangannya tak pernah melepaskan eowyn, sebaik bagaimana tangannya yang lain selalu menggenggam arwen dengan erat. seolah ia ingin memiliki keduanya.

eowyn semakin terluka, terluka karena tak pernah berhasil memutuskan talinya dengan aragorn, terluka karena aragorn bahagia bersama arwen, terluka karena aragorn juga sama bahagianya bersamanya.

eowyn kemudian menyadari satu hal, bahwa mungkin ia terlalu memberikan peran antagonis terlalu banyak pada aragorn, bahwa sebenarnya aragorn juga sama terlukanya dengannya, bahwa aragorn tak pernah berniat untuk melukainya, juga arwen.

aragorn mengatakan bahwa ia dilanda kebingungan, untuk memilih, sebab ia tak sanggup lagi melukai keduanya yang mana juga melukai dirinya sendiri. maka eowyn dengan naif menyuruhnya untuk menjaga arwen, karena sejak awal kehadiran eowyn adalah suatu kesalahan. perkataan naif yang eowyn harap bisa ia telan bulat-bulat, karena jauh dalam hatinya, ia menginginkan aragorn untuk dirinya sendiri.

eowyn mendapat kabar bahwa aragorn meninggalkan arwen. hal itu tak lantas menghangatkan hatinya. entah rasa apa yang tengah ia rasakan, ia tau mungkin ia kini tengah menyandang peran antagonis. rasa bersalah, bahagia, takut, bingung, semua dalam satu ruang hatinya.

eowyn tak menyangka bahwa apa yang telah ia harapkan selama sekian bulan, untuk memiliki aragorn sepenuhnya, justru tak membuatnya bahagia seperti yang ia kira. eowyn hanya merasa aragorn yang kini bukanlah aragorn yang ia kenal di ulang tahun ketujuhbelasnya. aragorn kini adalah orang yang hatinya sedingin es.

eowyn telah membayangkan hal ini jutaan kali sebelumnya, bahwa suatu saat aragorn akan pergi meninggalkannya. tapi tak pernah terbayang bahwa hal itu akan memeras hatinya sedemikian rupa, hampir tak berbentuk. aragorn meninggalkannya tanpa alasan, membuat eowyn menjadi bidadari yang kehilangan sebelah sayapnya. ringkih, kering, tak berdaya.

eowyn menemukan dirinya hilang, terbang bersama aragorn yang meninggalkannya dengan kenangan-kenangan yang menubruk batas norma. tak pernah terbayang olehnya, bahwa justru aragorn lah yang berhasil menggunting putus tali diantara mereka. terkadang eowyn bertanya-tanya, apakah aragorn akhirnya mendapati dirinya jauh lebih tenggelam bersama arwen ketimbang bersamanya. tapi hal itu justru membuat hatinya nyeri.

aragorn telah pergi, eowyn tau itu. meski eowyn tak pernah tau alasan apa yang membawa aragorn meninggalkannya. tapi yang jelas, eowyn tak akan pernah bisa mendapati dirinya sebagai gadis yang sama seperti ketika usianya menginjak tujuhbelas tahun. luka dihatinya akan terus mendewasakannya. maka dengan sisa-sisa harga dirinya, eowyn membuang jauh cerita-cerita pahitnya bersama aragorn. meninggalkan bagian yang manis, agar ia punya tempat dalam hatinya untuk memaafkan.

eowyn : aragorn menyebutku seperti bidadari